Tampilkan postingan dengan label enterpreneur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label enterpreneur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2011

Indonesia butuh banyak Entrepreneur

Entrepreneurship merupakan pilihan cepat untuk menyelamatkan perekonomian suatu bangsa dan entrepreneurship bisa menjadi solusi kompleks bagi masalah kompleks yang sedang melanda dunia.



lima alasan mengapa harus menerapkan entrepreneurship di Indonesia sebagai berikut :
  1. Pengangguran terdidik naik terus. Dikhawatirkan terjadinya titik kritis di mana setiap lulusan perguruan tinggi akan menganggur.
  2. Kita menjual produk hasil alam dengan nilai tambah rendah. Ambil contoh kopi. Indonesia termasuk negara penghasil kopi terbesar di dunia tapi belum mampu memanfaatkan produk alam itu dengan nilai tambah tinggi. Bisa dilihat dari menjamurnya kedai kopi yang justru berlisensi internasional yang menjual segelas kopi berharga tinggi.
  3. Kita belum menjual kekayaan budaya kita dengan nilai tambah tinggi
  4. Di negara dengan keragaman hayati lautan terbesar, 70 persen sarjananya menganggur
  5. 5. The end of life long employment.  contoh seorang ahli nuklir Indonesia yang bekerja di sebuah perusahaan ternama namun karena suatu hal dia di-PHK. Untuk menghidupi keluarganya, ia pernah mencoba segala macam usaha yang akhirnya menemukan es cendol sebagai usaha yang membuatnya menuai untung. Ini menjadi contoh agar sebaiknya jangan mudah merasa nyaman pada titik aman. “Ketika ahli nuklir itu ditanya: apakah bapak beruntung (bisa berjualan es cendol). Si bapak itu menjawab tanpa ragu: ya saya sangat beruntung sebab banyak rekan kerja saya yang menjadi pemulung atau tukang parkir,” jelas Dharma kepada peserta pelatihan.
lima kesalahpahaman terhadap entrepreneurship, yakni :
1. Ber-entrepreneur = berdagang.
Yang terpenting dalam entrepreneurship adalah creating value atau peningkatan nilai. Entrepreneur bisa merambah ke segala bidang dan profesi. Di instansi pemerintahan misalnya, seorang camat yang berhasil mengubah wajah daerahnya yang semula miskin menjadi maju, itu bisa dikategorikan sebagai entrepreneurship.
2. Belajar entrepreneurship adalah belajar membuat.
Anggapan ini memang tidak salah tapi kurang pas. Boleh membuat tapi yang lebih penting adalah menjual. Setelah berhasil membuat atau memproduksi, entrepreneur bisa lebih fokus pada penjualan.
3. Yang paling penting dalam memulai bisnis adalah modal.
Modal memang penting tapi bukan segala-galanya. Modal bisa didapat dari investor dan sebagainya.
4. Belajar entrepreneurship adalah belajar materi jurusan “sekolah bisnis”.
Jika ingin menjadi entrepreneur ada baiknya belajar dari seorang entrepreneur sukses yang berpengalaman serta miliki ilmu entrepreneurship yang diperolehnya langsung dari lapangan.
5. Saya adalah praktisi bisnis (karyawan) maka saya bisa membuka bisnis yang mapan.
Hal itu belum tentu terjadi. Yang terpenting adalah memiliki passion yang kuat untuk membuka bisnis, siapapun dan dari latar belakang apapun bisa meraih sukses darinya. 

Minggu, 25 Desember 2011

10 langkah menjadi entrepreneur

STEP 1, START WITH A DREAM
Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan keyakinan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started. Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan kerterikatan, tak mengenal kata ‘tidak bisa’ ataupun ‘tidak mungkin’.



STEP 2, LOVE The Products or Services
Cintailah produk anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan kepada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa-masa sulit. Setiap awal usaha selalu akan ada banyak halangan ataupun kesulitan yang bertubi tubi, kecintaan akan produk kita yang akan membuat kita bekerja keras dengan senang hati.

Enthusiastism and Persistence: Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan kita akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.


STEP 3, Learn The BASICS of BUSINESS.
Pelajarilah fundamental business. : BEYOND THE *buy low, sell high, pay late, collect early. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar-dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik.Carilah -guru- yang baik.


STEP 4, Willing to Take CALCULATED RISKS.
Ambilah resiko. The gain that you will be able to achieve is directly proportional to the risk taken:

Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia wirausaha, karena hasil yang mungkin dicapai akan proporsional terhadap resiko yang diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan entreprenneur dengan manager. Entrepreneur lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan untuk mengatur perusahaan yang telah maju.



STEP 5, Seek Advice, But Follow Your Belief.
Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata hati kita. Consult Consultants, ask the experts, but follow your hearts. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan “indera ke enam” nya.


STEP 6, Salesmanship and Customer Understanding.
Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci-sukses. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangakan usaha pada fase itu.


STEP 7, Work HARD, 7 Days a Week, 18 Hours a Day.
Kerja keras. Ethos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan businessnya. Me-lamun-kan dan memimpikan kerjanya.


STEP 8, Make Friends As Much As Possible.
Bertemanlah sebanyak-banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit lebih mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.


STEP 9, Deal With FAILURES.
Hadapi kegagalan Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidaklah mematikan. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bilamana sampai itu terjadi, bersiaplah dan hadapilah!


STEP 10, Just Do It, NOW!
Lakukanlah sekarang juga. Bila Anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan:
READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM!. Putuskan dan kerjakan sekarang, kerena besok bukanlah milik kita.


sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...